Berita Terkini
BAZNAS Jatim dan Kemendes PDT Perkuat Sinergi Optimalisasi ZIS
SURABAYA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur bersama Tim Pendamping Profesional (TPP) Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) Republik Indonesia menggelar pertemuan sinergitas kelembagaan dalam rangka mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Staf Khusus Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI, Dr. H. M. Afif Zamroni, Lc., M.E.I. atau Gus Afif, sejumlah pimpinan BAZNAS kabupaten/kota yang diundang, termasuk BAZNAS Kabupaten Lamongan, serta Tim Pendamping Profesional (TPP) dari beberapa daerah.
Dalam pertemuan tersebut, para peserta membahas berbagai peluang kolaborasi kelembagaan agar pengelolaan ZIS tidak hanya berorientasi pada program jangka pendek, tetapi dapat diarahkan menjadi program pemberdayaan yang memiliki dampak dan keberlanjutan bagi masyarakat.
Ketua BAZNAS Kabupaten Lamongan, Dr. H. Bambang Eko Muljono, S.H., Sp.N., M.Hum., M.M., turut menyampaikan laporan mengenai perkembangan pengelolaan ZIS di Kabupaten Lamongan, termasuk capaian serta target penghimpunan dana yang telah ditetapkan.
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan sejumlah masukan terkait pentingnya membangun sinergi lintas kementerian dan lembaga. Menurutnya, kolaborasi antara BAZNAS dengan Kementerian Desa dan PDT serta Kementerian Sosial dapat menjadi langkah strategis dalam memperkuat program pemberdayaan dan memastikan bantuan yang diberikan dapat memberikan dampak yang lebih luas.
Sementara itu, dalam diskusi yang berlangsung, para ketua BAZNAS daerah dan TPP dari sejumlah wilayah turut menyampaikan berbagai saran, gagasan, dan masukan terkait pola sinergitas kelembagaan. Beragam pandangan tersebut menjadi bahan pembahasan untuk merumuskan bentuk kolaborasi yang dapat diterapkan secara efektif di daerah.
Sinergitas antara BAZNAS dan Kemendes PDT diharapkan tidak berhenti pada pertemuan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program nyata yang melibatkan berbagai pihak. Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi langkah untuk memperkuat peran ZIS dalam mendukung pemberdayaan ekonomi, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Melalui penguatan sinergi kelembagaan, BAZNAS Kabupaten Lamongan berkomitmen untuk terus mendorong pengelolaan ZIS yang profesional, transparan, tepat sasaran, serta mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
10/09/2026 | Humas BAZNAS Kab Lamongan
BAZNAS Kabupaten Lamongan Jalin Sinergi dengan Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lamongan
LAMONGAN — Dalam upaya memperkuat komunikasi, kolaborasi, dan sinergitas antar instansi, Pimpinan BAZNAS Kabupaten Lamongan melaksanakan silaturahmi ke Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lamongan, Jumat (14/8/2026).
Kedatangan rombongan BAZNAS Kabupaten Lamongan tersebut disambut dengan baik oleh Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lamongan, H. Abd. Ghofur, M.Ag., beserta jajaran.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan sebagai langkah awal untuk membangun komunikasi serta menjajaki berbagai peluang kolaborasi dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Dalam kesempatan tersebut, kedua belah pihak saling memperkenalkan personel sekaligus menyampaikan gambaran mengenai tugas, pokok dan fungsi (tupoksi), serta program yang dijalankan masing-masing lembaga.
BAZNAS Kabupaten Lamongan turut memaparkan sejumlah program unggulan yang telah dilaksanakan, di antaranya Program 1 Desa 8 Mustahik, bantuan pendidikan, kesehatan, sosial kemanusiaan, hingga berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Pertemuan tersebut juga membahas potensi besar pengumpulan ZIS di Kabupaten Lamongan, termasuk peluang sinergi dan potensi dalam pengelolaan ZIS dan dana sosial keagamaan lainnya di lingkungan Kemenhaj.
Hal ini menjadi salah satu potensi yang dapat dikaji dan dikembangkan bersama sesuai dengan regulasi serta mekanisme yang berlaku.
Selain membahas potensi penghimpunan ZIS, pertemuan tersebut juga menyoroti pentingnya pengelolaan ZIS yang lebih baik. Pengelolaan yang profesional, terarah, dan sesuai dengan mekanisme yang berlaku dan diharapkan dapat semakin mengoptimalkan manfaat dana yang dikelola bagi masyarakat.
Kedua pihak juga menekankan pentingnya on the track dan kepercayaan atau trust masyarakat dalam pengelolaan dana ZIS. Transparansi, akuntabilitas, profesionalitas, serta pelaporan yang baik menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat agar semakin yakin menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS.
Dalam hal ini, Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lamongan, juga diharapkan mampu memperkuat ekosistem pengelolaan zakat yang profesional dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Silaturahmi tersebut menjadi langkah awal dalam membuka ruang komunikasi dan sinergi antara BAZNAS Kabupaten Lamongan dan Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lamongan, khususnya dalam menggali potensi ZIS serta memperkuat program-program kemaslahatan umat di Kabupaten Lamongan.
14/08/2026 | Humas BAZNAS Kab Lamongan
Resmi Dilantik, BAZNAS Kabupaten Lamongan Ucapkan Selamat atas Kepemimpinan Baru BAZNAS Provinsi Jawa Timur
Surabaya – Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur periode 2026–2031 resmi dilantik oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (9/8/2026).
Pelantikan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat peran BAZNAS Provinsi Jawa Timur dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di Jawa Timur.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi mengukuhkan Mohammad Ghofirin sebagai Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur periode 2026–2031 bersama jajaran pimpinan lainnya.
"Pada hari ini, Minggu tanggal 9 Agustus 2026, saya Gubernur Jawa Timur dengan ini secara resmi melantik saudara sebagai ketua dan wakil ketua Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Jawa Timur periode tahun 2026-2031," ujar beliau dalam prosesi pelantikan.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Jawa Timur Mohammad Ghofirin menegaskan bahwa pengelolaan dana umat membutuhkan integritas, profesionalitas, serta tata kelola yang akuntabel. Kepemimpinan BAZNAS Jatim periode 2026–2031 berkomitmen membawa lembaga tersebut memasuki fase transformasi yang lebih inklusif, profesional, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dalam menjalankan komitmen tersebut, BAZNAS Jawa Timur mengusung Nawa Pradana, yakni sembilan program prioritas strategis yang menjadi kerangka transformasi BAZNAS Jawa Timur selama periode 2026–2031.
Pelantikan pimpinan BAZNAS Jawa Timur ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara BAZNAS Provinsi Jawa Timur dengan BAZNAS Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, termasuk BAZNAS Kabupaten Lamongan, dalam menghadirkan pengelolaan zakat yang semakin profesional dan memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.
BAZNAS Kabupaten Lamongan menyampaikan selamat dan sukses atas dilantiknya pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Timur periode 2026–2031, khususnya kepada H. Mohammad Ghofirin, M.Pd. sebagai Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur.
BAZNAS Kabupaten Lamongan berharap kepemimpinan baru BAZNAS Jawa Timur dapat senantiasa diberikan kekuatan, kelancaran, dan keberkahan dalam mengemban amanah serta membawa kemajuan dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di Jawa Timur.
Bagi BAZNAS Kabupaten Lamongan, kepemimpinan baru tersebut diharapkan semakin membuka ruang penguatan koordinasi, kolaborasi, inovasi, dan sinergi dalam pengelolaan ZIS, sehingga potensi zakat di Provinsi Jawa Timur dapat dioptimalkan untuk mendukung kesejahteraan umat dan pembangunan daerah.
09/08/2026 | Humas BAZNAS Kab Lamongan
